Alkitabmengatakan jarak antara hidup dan mati hanya selangkah (1 Samuel 20:23), tetapi jika Tuhan beserta, dari mulut maut pun, Tuhan bisa selamatkan kita. c.Karena Tuhan memiliki rencana yang indah untuk masa depan kita (Yeremia 19:11) Dan hanya Tuhan yang mengetahui rancangan Tuha, Dia tidak pernah membocorkannya kepada siapapun, apalagi Kitatidak tahu bagaimana kehendak Tuhan bagi hidup kita. Nyatanya, tidak ada seorang pun di dalam dunia dapat merasa aman, kecuali dia tinggal di dalam Kristus. Berikut ini adalah ayat-ayat Alkitab tentang masa depan yang sungguh ada dan dapat meyakinkan hati kita, bahwa janji Tuhan itu nyata. 1. BERJALANBERSAMA TUHAN Renungan Harian Youth, 10 Januari 2022 Mazmur 84:6-8 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion. Syalom rekan Melangkahmaju bersama Tuhan menunjukkan bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa - Yohanes 15:5. Melangkah maju bersama Tuhan mempunyai implikasi bahwa Tuhan terlibat dalam semua aspek kehidupan kita - Roma 8:28. Keterlibatan Tuhan dalam semua aspek kehidupan kita memiliki tujuan utopi yaitu untuk kebaikan kita dan kemuliaan bagi-Nya. Mazmur121 | Berjalan Bersama Kuasa Tuhan. Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 121: 1b-7. Para peziarah yang melakukan perjalanan naik ke Yerusalem maupun kembalinya mereka ketempat kediamannya memperlihatkan kesulitan dan bahaya dalam perjalanan yang mereka lalui bisa saja ada bahaya maupun bencana yang mengusik keselamatan mereka. Yesusberkata, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" ( Mat. 28:19-20 ). Itulah yang dinamakan pemuridan. . Bumi menyambut hangat datangnya beribu butiran air di sore hari nan sepi. Dua orang pemuda asik bercengkrama, menimang-nimang harapan akan realitas hidup mereka di kemudian hari. Salah seorang dari mereka mengeluhkan gairah hidupnya yang diliputi berbagai tantangan, “hidup itu berat ya, banyak yang harus diperjuangkan dan dikorbankan” ungkapnya dengan wajah memelas. Mendengar keluhan tersebut, seseorang yang lain memandang dengan wajah iba dan menimpali, “ya…hidup itu berat karena dipikul padahal hidup bukan untuk dipikul, melainkan untuk dijalani. Bukankah jika hidup dijalani akan terasa lebih ringan karena Tuhan selalu menemani”? Seketika, keheningan melanda suasana sore itu, entah meresapi petuah tak bertuan itu atau malah dirasuki seribu satu alasan untuk mencari pembenaran diri. Ilustrasi di atas hendak menegaskan kepada manusia untuk mengandalkan Allah dalam setiap langkah hidupnya. Sering kali, manusia merasa mampu melakukan segala sesuatu sehingga mengabaikan Allah yang begitu dekat dengan dirinya bahkan ada di dalam dirinya. Pada akhirnya, tindakan mengabaikan Allah mengantar manusia pada keputus-asaan atas realitas hidup yang dihadapinya sehingga manusia mudah mengeluh bahkan mengkritisi eksistensi dan cinta Allah yang pernah, sudah, dan sedang dialaminya. Mengandalkan Allah atau berjalan bersama Allah dalam setiap dinamika hidup manusia menuntut komitmen untuk hidup di dalam, bersama, dan seperti Yesus Kristus sendiri sebagai Putra Allah. Sebagai orang-orang yang dipilih Allah Yohanes 1516, kita sudah selayaknya menghidupi nilai-nilai yang sudah ditanamkan oleh Yesus Kristus sendiri selama hidup-Nya di dunia. Menghidupi nilai-nilai Injil dapat dihayati melalui semangat memaknai masa Pra-Paskah yang kita umat Katolik rayakan pada bulan ini yang dibuka dengan perayaan Hari rabu Abu. Beberapa hal yang bisa kita hidupi dan hayati di masa Pra-Paskah adalah dengan; Pertobatan Masa Pra-Paskah merupakan masa pertobatan yaitu masa pembaruan diri untuk hidup bersama dan di dalam Allah. Dalam hidupnya, Manusia selalu memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa konkupisensi. Oleh karena itu, membaharui diri merupakan panggilan bagi setiap orang untuk kembali kepada Allah agar mampu berjumpa dengan Allah sendiri dan sesama dalam semangat cinta kasih. Pertobatan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk meninggalkan keterlekatan duniawi dan kebiasaan melakukan dosa untuk kembali kepada Tuhan Yoel 212-18. Pertobatan dalam perayaan Rabu Abu ditandai dengan penerimaan abu sebagai ungkapan pertobatan. Abu mengingatkan semua orang Katolik akan kerapuhannya sebagai manusia yang membutuhkan Allah dalam setiap perjalannya; “Ingatlah manusia; bahwa engkau terbuat dari debu dan akan kembali menjadi debu” Kejadian 319. Pertobatan ini harus berasal dari pertobatan hati atau batin KGK 1430 bukan sebagai sebuah pertunjukan untuk mendapatkan pujian atau sanjungan dari orang lain, melainkan usaha membangun perjumpaan dengan Allah sendiri sebagai asal dan tujuan hidup semua manusia. Hati yang Terbuka Usaha pertobatan harus dijalankan dari hati yang terbuka akan kehendak Allah sendiri. Pertama-tama segala usaha pertobatan di masa prapaskah tidak dilakukan dengan keterpaksaan untuk dipuji, dilihat, dan diangungkan oleh orang lain Matius 61, melainkan didasari oleh hati yang terbuka dan tulus untuk berserah pada kehendak Allah sendiri. Tindakan Pertobatan Pertobatan tidak berhenti pada ranah konsep atau wacana ideal, tetapi harus mendarat pada tindakan nyata. Usaha pertobatan ini dapat dilakukan dengan bentuk ulah tapa, yaitu berpuasa atau berpantang, berdoa, dan bersedekah. Ketiga hal ini membantu kita untuk semakin menguasai diri sendiri agar tidak mudah jatuh pada tawaran hasrat dunia dosa serta memanggil kita untuk mendekatkan diri kepada Allah bahkan menyadari Allah yang selalu berjalan bersama kita. Tanggung Jawab pada Karya Berjalan bersama Allah harus juga diwujudkan dalam perjalan kita dengan manusia yang lain, ciptaan Allah lainnya, dan komitmen untuk setia dan bertanggung jawab atas tugas/karya yang kita jalani dan yang dipercayakan kepada kita. Kesetian dan tanggung jawab atas tugas yang kita jalani adalah bentuk dari usaha pembaruan diri kita untuk menapaki jalan kekudusan menuju Allah. Kesetian dan tanggung jawab ini pula adalah bagian terpenting dari dinamika manusia untuk ikut serta ambil bagian dalam karya Allah membangun dunia yang baik bonum, benar verum, dan indah pulhrum. Pada akhirnya, berjalan bersama Allah adalah bagian terpenting dalam dinamika hidup manusia. Berjalan bersama Allah harus dilandasi oleh iman, pengharapn, dan kasih 1 Korintus 131-13. Ke-tiga keutamaan kristiani ini menjadi sumber bagi manusia untuk berjumpa dengan Allah, diri sendiri, sesama, serta ciptaan Allah lainnya sebagai dorongan bagi setiap pribadi untuk bertumbuh dan berkembang menjadi agen cinta Allah dalam kehidupan dunia. Berjalan bersama Tuhan dalam dinamika hidup adalah kesempatan bagi kita untuk sampai pada pengalaman sukacita. Manusia yang bersukacita adalah manusia yang mampu bersyukur atas segala realitas hidupnya dan mau secara terus menerus menjalankan pertobatan dan membaharui diri secara terus-menerusLumen Gentium Art. 8. Berjalan bersama Tuhan memberi kita harapan akan kasih yang begitu besar dari Allah kepada kita sehingga daya juang dan daya pacu kita terus dioptimalkan dan gairah untuk bangkit dan maju terus menyala karena setiap manusia tidak berjalan sendiri, melainkan dituntun oleh kuasa Allah sendiri. Semoga dengan kesadaran bahwa Allah selalu bersama kita, memberikan semangat untuk menjalani dinamika hidup tanpa keluhan dan keputus-asaan karena pada hakikatnya hidup itu mudah jika kita terus melibatkan Allah dalam dinamika tersebut. Semoga masa Prapaskah yang kita rayakan ini memampukan kita untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam iman, harapan, dan kasih untuk menyambut hari pembebasan atau penyelamatan dari Allah sendiri 2Korintus 6 2. In Cruce Salus Frater Konstantinus Faried OSC ———- Singkatan KGK Katekismus Gereja Katolik LG Lumen Gentium Dokumen Gereja Konsili Vatikan II Kejadian 69 diterjemahkan oleh LAI “hidup bergaul dengan Allah”, terjemahan yang asli sebenarnya adalah “berjalan”, di dalam alkitab hidup itu dipakai kata berjalan, bukan bergaul, maka dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Yunani selalu memakai kata berjalan, kenapa begitu? Karena alkitab memahami kehidupan sebagai satu perjalanan, konsep waktu yang bersifat linear. Berjalan bersama Tuhan ini yang akan kita pelajari dari empat poin kehidupan Nuh. Pertama, berjalan bersama Tuhan adalah berjalan di dalam kesendirian di tengah zaman yang melawan Tuhan. Gambaran mengenai dosa pada zaman Nuh digambarkan dengan begitu luar biasa dalam ayat 5, 6 dalam bagian ini dipakai dua istilah, selalu dan semata-mata, ini bukan terjemahan, memang aslinya seperti itu. Kecenderungan hatinya selalu dan semata-mata membuahkan kejahatan. Dalam Amsal 4 dikatakan hati adalah pusat dari kehidupan manusia, dari hatilah terpancar seluruh kehidupan, kalau kecenderungan hati sudah kejahatan semata-mata, berarti hidup dalam zaman Nuh begitu rusak. Dalam ayat 11-12 istilah rusak itu muncul tiga kali, sampai Tuhan begitu kecewa dan Tuhan menggambarkan kekecewaan itu di dalam istilah menyesal. Samuel berkata kepada Saul, Tuhan bukanlah manusia yang bisa menyesal, tetapi kalau sampai dipakai istilah menyesal, berarti itu dukacita yang begitu mendalam. Di dalam bagian-bagian yang kita baca ini Nuh digambarkan sebagai sosok yang sendiri, dalam dikatakan, … sebab engkaulah yang Kulihat benar dihadapanKu diantara orang zaman ini, berjalan sendiri di tengah-tengah orang yang se-zaman, yang melawan Tuhan. Kita lihat Lukas 1726-28, ada perbedaan gambaran yang digambarkan oleh Tuhan Yesus di dalam kehidupan zaman Nuh dan zaman Lot. Di dalam zaman Nuh digambarkan hanya dua aktivitas yaitu food and sex, di dalam zaman Lot digambarkan empat aktivitas, makanan, berdagang, agribisnis dan konstruksi, apa maksudnya? Di dalam zaman Nuh hanya dua food and sex, seperti binatang, hanya makanan dan seks, di dalam zaman Lot ada makanan, berdagang, agribisnis dan konstruksi, kenapa Tuhan Yesus di dalam zaman Nuh tidak melihat ada berdagang, agribisnis dan konstruksi? Di sini kita melihat Tuhan Yesus menganggap bahwa di dalam zaman Nuh itu adalah the end of civilization, berhentinya peradaban. Kalau manusia sudah hidup di drive oleh food and sex, seperti binatang, maka di situ peradaban sudah berhenti. Zaman Lot adalah zaman yang begitu rusak, sampai Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora, tetapi zaman Lot di sini digambarkan lebih baik dari pada zaman Nuh. Maka kita baru mengerti kenapa zaman Nuh semua dimusnahkan kecuali keluarga itu. Seluruh Sodom dan Gomora dimusnahkan kecuali keluarga itu, tetapi hanya Sodom dan Gomora, pada zaman Nuh, seluruh zaman dimusnahkan kecuali dari keluarga Nuh, kita melihat di sini Tuhan Yesus menggambarkan dengan luar biasa. Pada zaman Nuh itu adalah the end of civilization, berhentinya peradaban, manusia sudah hidup dengan begitu menakutkan, tidak heran, Tuhan tidak memberikan kesempatan manusia hidup lagi. Inilah zaman yang dihadapi oleh Nuh, Nuh berjalan sendiri menghadapi zaman yang begitu melawan Tuhan, kalau Nuh berdiri sendiri, dengan keluarganya menghadapi zaman, maka kita harus berpikir, Nuh adalah orang kristen, orang percaya yang sulit di dalam hidupnya. Caba kalau kita bayangkan, Nuh pasti memiliki besan, lalu dimana besan, mertua, dll dari Nuh? Berarti mereka tidak mengikuti apa yang diberitakan oleh Nuh dalam kitab 2 Petrus 25, Nuh dikatakan sebagai pemberita kebenaran itu, berarti Nuh memberitakan kebenaran, mereka tidak mau mendengar. Jadi dimana mereka semua, baik tukang, besan, mertua dll? Nuh bergumul sendiri di dalam zaman itu, berjalan sendiri dengan keluarganya, kesendirian berjalan bersama Tuhan itu adalah berjalan di dalam kesendirian zaman. Hal itu tidak mudah, coba kita bandingan lagi, kalau kita lihat waktu Paulus bergumul dengan duri dalam daging, jangankan menghadapi zaman bergumul dengan diri sendiri saja sudah sulit, duri dalam daging, aku berdoa tiga kali, minta supaya Tuhan cabut iblis yang menggocoh aku. Jangankan bergumul dengan zaman, bergumul dengan keluarga saja sulit, sekarang kita bayangkan Nuh harus bergumul sendiri, berjalan dalam perjalanan hidupnya menghadapi zaman sendirian. Pergumulan Nuh adalah representasi pergumulan saudara dan saya, orang kristen, di dalam perjalanan kita bersama Tuhan kita bergumul sendiri. Dalam alkitab, orang-orang yang menghadapi zaman itu reaksinya berbeda-beda, Lot menghadapi zaman, dia kompromi, Elia menghadapi zaman, dia melarikan diri, Nuh menghadapi zaman, dia berdiri ditempatnya bersama dengan Tuhan. Kita mau menempuh jalan Elia, Lot atau Nuh? Bergumul dalam kesendirian zaman, inilah pergumulan orang kristen, kita hidup di dalam kerumunan banyak orang, kebisingan, karena suara itu ada dimana-mana, tetapi kita hidup di dalam kesendirian. Kadang-kadang pergumulan orang kristen, jangankan dunia, keluarga pun tidak bisa mengerti, apalagi zaman, zaman ini tidak bisa mengerti kita, kita diminta untuk mengikuti zaman, menyesuaikan diri dengan zaman dst. Kalau kita setia mengikuti Tuhan di tengah-tengah pergantian dan pergeseran zaman, kita akan gemetar melihat apa yang sedang kita hidupi, apalagi kalau pergumulan kita tidak bisa kita share kepada semua orang. Kalau kita tidak bisa share, mari kita berdoa, curahkan isi hati kita kepada Tuhan, seperti Daud berkata, Tuhan adalah tempat pelarianku, mari kita datang kepada Tuhan, kita seperti Hana, mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Kadang saya sebagai hamba Tuhan, sendiri di tempat kerja, merenungkan firman lalu berdoa, itu saat yang sangat indah. Berhenti dari kebisingan dunia dan kita sendiri bersama dengan Tuhan, ini indah sekali, kita bisa share sama Tuhan, lalu kita dikuatkan lagi. Waktu fajar menyingsing kita boleh menghadapi hidup dan menghadapi zaman dengan kekuatan yang Tuhan berikan. Kalau saat-saat seperti itu hilang dari kehidupan kita, kita bisa lari ke tempat yang salah, mari kita lari bersama Tuhan, bergumul dengan Tuhan di dalam kesendirian itu. Inilah zaman dan inilah representasi pergumulan hidup kita, berjalan sendiri di tengah-tengah zaman yang melawan Tuhan. Kedua, berjalan di dalam Tuhan artinya berjalan di dalam anugerah Tuhan, inilah perjalanan hidup dari Nuh. Kita melihat bahwa Tuhan memberikan penyelesaian kepada Nuh di dalam pergumulan hidupnya. Bagian yang indah dalam bacaan kita tadi adalah dikatakan, setelah semua masuk, Tuhan menutup pintu, apa artinya? Ini bukan soal tutup pintu, ada empat orang lebih disitu, mereka bisa menutup pintu, tidak perlu kuatir, tapi poinnya bukan itu, Tuhan menuntun mereka sampai kepada titik akhir, Tuhan hadir di dalam perjalanan hidup Nuh sampai titik terakhir sampai selesai. Luar biasa, ini motherly love, bandingan seperti ini yang mirip sekali dalam Taurat yaitu dikatakan, Tuhan tetap memberikan manna kepada orang Israel sampai buah pertama dari tanah perjanjian itu dihasilkan. Tuhan yang setia, kesetiaan Tuhan itu sampai titik yang terakhir, Tuhan hadir menyertai sampai tanah perjanjian menghasilkan buah yang pertama, baru Tuhan berhenti memberikan manna. Yohanes 1 mengatakan, dari kasih karunia kepada kasih karunia, kasih karunia itu bukan hanya berhenti di dalam keselamatan ketika kita bertemu dengan Kristus, tetapi kasih karunia itu form grace to grace bukan hanya from faith to faith di dalam Roma 1. Maka kalau kita melihat Yohanes 1 kita boleh mendefinisikan hidup kristen sebagai perjalanan hidup dari anugerah kepada anugerah, itulah kekristenan. Kekristenan itu bukan hanya ke gereja, pelayanan, bukan, tetapi kekristenan itu adalah from grace to grace, dari anugerah kepada anugerah, kita mengalami kesabaran Tuhan. Luar biasa, Tuhan itu sabar membimbing Nuh dalam perjalanan hidupnya bersama dengan Tuhan. Tuhan memberikan anugerah, dikatakan, Tuhan membuat perjanjian, reformed percaya ini sebagai covenant of grace, yang dimulai dari Nuh. Setelah Adam jatuh dalam dosa dimulai perjanjian anugerah, mulai dari Nuh. Salah satu bagian yang menarik sekali di dalam bagian kita baca mengenai Nuh adalah Tuhan mengatakan, Dia membuat tanda supaya Dia ingat. Ini saya heran, tanda perjanjian kan diberikan untuk manusia, reformed percaya perjamuan kudus adalah tanda perjanjian, supaya manusia ingat dan bersekutu dengan Kristus. Ingat pada penderitaan Kristus, kata Calvin, tetapi bukan berhenti pada masa lalu, tapi juga masa kini kita bersekutu dengan Kristus. Tanda itu buat siapa? Buat kita manusia, supaya kita jangan lupa akan kebaikan Tuhan. Tanda perjanjian seharusnya buat Nuh, supaya Nuh tidak lupa akan perjanjian itu, tetapi dikatakan, tanda perjanjian itu supaya Tuhan ingat, Apa Tuhan bisa lupa? Tidak mungkin. Kalau kita telusuri kitab Kejadian dari permulaan, kita akan menemukan ada satu fakta yang menarik sekali, kita menemukan kata ingat itu ternyata selalu dipakai untuk Tuhan. Allah ingat kepada Abraham, Allah ingat kepada Rahel, Allah ingat kepada Nuh, Allah ingat kepada perjanjian, ini mengherankan. Kata ingat dipakai untuk manusia mulai dari Yusuf, Yusuf mengatakan pada dua juru minum itu, kalau kamu dipulihkan, ingatlah aku, lalu dikatakan lagi, setelah yang satu dipulihkan, dia tidak lagi ingat akan Yusuf. Saat berbicara tentang Tuhan, Tuhan ingat akan Nuh di dalam bahtera, ketika bicara manusia, dikatakan, manusia tidak ingat kebaikan kawannya, jangankan kebaikan Tuhan, kebaikan kawannya saja yang dia lihat, dia tidak ingat. Tuhan terus ingat, sebaliknya di dalam kitab Petrus dikatakan bahwa ketika Tuhan mengampuni dosa kita, Tuhan tidak lagi ingat, ini juga heran, Tuhan ingat kita dalam penderitaan, tetapi Tuhan tidak ingat akan dosa kita. Coba kita bayangkan, kalau kita lihat orang lain, jangankan satu jam atau satu menit, satu detik saja kita sudah ingat semua dosanya, tetapi Allah yang maha tahu dikatakan, tidak lagi ingat dosa kita. Ketika Tuhan membicarakan tentang Daud, jarang kita temukan Tuhan mengungkit akan dosanya, setiap kali Tuhan berbicara tentang Daud, Tuhan berkata, Daud adalah hamba yang berkenan dihatiku. Kalau orang tahu dosa kita lalu orang itu memuji kita, pasti kita ada rasa malu, betul tidak? Tuhan itu tidak ingat dosa kita, Tuhan ingat penderitaan kita, inilah gambaran yang diceritakan dalam Kejadian waktu kita membaca mengenai Nuh, mengenai Abraham dll. Manusia itu waktu susah ingat Tuhan, waktu berkelimpahan lupa Tuhan, lalu kapan lagi ingat Tuhan? Ya waktu susah lagi baru ingat Tuhan, salah satu stage di dalam hidup manusia yang paling sulit itu adalah stroke, karena stroke itu perasaan hopeless, perasaan nothing, perasaan tidak berguna begitu nyata. Mari kita belajar untuk mengingat Tuhan, Tuhan mengingat kita, itulah anugerah yang Tuhan berikan. Berjalan bersama Tuhan di dalam hidup itu adalah perjalanan anugerah, di dalam motherly love, di dalam kesetiaan Tuhan, kita bersyukur, bukan tanpa pengharapan. Ketiga, berjalan bersama Tuhan artinya adalah perjalanan di dalam ketaatan kepada Tuhan. Nuh taat, kita jelas membaca ini di dalam Kejadian 6 dan 7, seluruh perintah Tuhan dia laksanakan. Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan kepada kita semua berkenaan dengan bagian ini yang sangat menarik untuk kita pikirkan. Dalam 4 pasal 6-9 kitab Kejadian ini berkali-kali saya membaca, saya tidak menemukan Nuh berbicara satu kalipun, kecuali dibagian belakang, berkat dan kutuk. Kecenderungan kita untuk diam atau tidak berkomentar kalau sesuatu itu biasa, kalau seseorang pertama kali ke GRII KG dia berkata wah luar biasa, lalu dia lihat-lihat, tetapi kalau sudah berkali-kali, ya sudah biasa, paling hanya pengurus saja yang lihat-lihat, ada sampah atau tidak, ini beres atau tidak dst., karena sudah biasa. Kepala prajurit, kenapa dia tertarik kepada penyaliban Tuhan Yesus? Sebenarnya dia sudah biasa menyalibkan ribuan orang, saya melihat ada dua hal yang membuat dia tertarik, hal pertama, dia melihat penyaliban Yesus tidak ada kutukan, Yesus tidak memaki karena biasanya orang yang disalib itu akan memaki-maki, yang kedua, kematian Yesus berlangsung begitu cepat, dua penjahat itu belum mati, maka dipatahkan kakinya, tetapi Yesus sudah mati. Waktu mayat Yesus diambil oleh Yusuf dari Arimatea, diberitahukan kepada Pilatus, Pilatus heran bahwa Yesus sudah mati, Markus mencatat demikian. Yang menjadi poin saya adalah setiap kali ada yang menarik, kita harus berkomentar dan sekarang komentar itu ada dimana? Ada di BBM, ada di facebook, orang yang melihat langsung bis terbalik di Cisarua, tidak mungkin dia diam saja, dia pasti akan berkomentar. Tetapi Nuh ini tidak komentar sama sekali, ini peristiwa besar, seluruh zaman itu akan dimusnahkan dan Nuh tidak bertanya. Ketika Zakaria dan Maria menerima berita tentang mukjizat, Elizabeth yang mandul dan Maria yang perawan, mereka bertanya, bagaimana mungkin? Bedanya adalah Zakaria bertanya dalam keraguan, Maria bertanya dalam keyakinan, maka Zakaria dihukum. Sekarang Nuh mendengar berita bahwa seluruh dunia akan dimusnahkan, dia diam saja, Tuhan bilang kepada Musa, Israel akan dimusnahkan dan Aku membangun kerajaan daripada keturunanmu, Musa bilang, jangan Tuhan, ingatlah pada perjanjian, dia bicara. Tuhan mau memusnahkan seluruh dunia dan Nuh ada keluarga, dia ada adik, ada orang tua kalau masih hidup, ada mertua, ada besan, ada ipar dan Nuh no comment, ini aneh, apa maksudnya? Saya membaca secara positif, Nuh mempunyai ketaatan yang luar biasa, kenapa? Ketaatan ini mirip dengan ketaatan Yusuf ketika Tuhan memberiahu dia mengenai kelahiran Tuhan Yesus. Di dalam pencatatan injil ada 2 injil yang mencatat kelahiran Yesus, ada 2 saksi, Matius dan Lukas, menarik sekali Lukas mencatat versi Maria dan Matius mencatat versi Yusuf. Waktu mencatat mengenai Yusuf ditemukan juga fenomena yang sama, Yusuf tidak bicara satu kalipun, tidak dicatat dia bicara meski dia bicara, Yusuf PL tidak dicatat dia berdosa, meskipun dia berdosa, Yusuf PB tidak dicatat dia berbicara, meskipun dia berbicara. Saya menyimpulkan ketaatan Yusuf dan ketaatan Nuh di dalam tiga istilah pertama, no objection, tidak ada keberatan, kedua, no question, tidak ada pertanyaan, ketiga, no tention, tidak ada ketegangan, ini ketaatan mereka. Kegelisahan, pergumulan mungkin ada, tetapi insignificant, tidak penting, tidak perlu dicatat, di overcome, pasti ada pergumulan, tidak mungkin tidak, kecuali patung. Nuh itu manusia, pasti ada kegelisahan, bukannya patung, kalau dia manusia, pasti bergumul, tetapi dia bisa tangani, dia taat. Satu lagi ketaatan Nuh yang luar biasa adalah ketika Nuh membuka pintu bahtera, dia survei, sudah kering, Nuh itu orang kalau zaman sekarang seorang yang profesional, dia memiliki prosedur, visibly studiesnya luar biasa, dia kirim burung gagak, kirim merpati beberapa kali, terakhir dia buka sendiri, itu luar biasa. Nuh itu orang yang bertanggung jawab, dia sudah buka pintu dan kering, dia tidak melangkah, ini ketaatan, kapan dia melangkah? Waktu Tuhan berkata kepada Nuh, keluar, baru dia keluar. Meskipun kita orang kristen, kadang-kadang ketika peluang baik datang, kita lupa bergumul, betul tidak? Jangankan saudara, hamba Tuhan saja bisa jatuh dalam dosa seperti ini, hamba Tuhan kalau melihat buku bagus yang harga miring, lupa tanya Tuhan, jangankan tanya istri, yang penting beli dulu. Seringkali kita memakai prinsip yang begitu bagus, kalau bukan saya siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan di sini dimana lagi? Langsung beli, sesudah beli baru bergumul, sebagai orang kristen seringkali kita seperti itu. Nuh tidak seperti itu, dia bertanggung jawab dan dia taat sama Tuhan. Ini mirip seperti 10 pengintai, kita harus melihat secara proporsional, mereka adalah orang yang baik, mereka mengadakan survei, bukan seperti hari ini melakukan skripsi memakai data fiktif. Mereka datang survei dan membuat laporan, laporan itu mulai dari yang negatif kemudian positif. Problem dari 10 pengintai itu bukan problem profesionalitas, bukan, tetapi problem iman, mereka melihat persoalan dari kaca mata manusia, bukan dari kaca mata Tuhan, Yosua dan Kaleb melihat persoalan dari kaca mata Tuhan, itu yang membedakan. Keempat, berjalan bersama Tuhan artinya adalah di dalam naik turun iman, ada hal yang luar biasa dan juga ada hal yang sulit. Nuh begitu keluar dari bahtera, hal pertama yang dia lakukan adalah mendirikan mezbah, dia mengutamakan Tuhan. Kalau Nuh hidup dalam zaman sekarang maka jangan kuatir, dia tidak akan update facebook, kalau kita yang hidup zaman sekarang, begitu turun dari mezbah, langsung foto, weeiih… coba lihat ya, bersih… foto langsung update status, iya kan? Hal pertama waktu kita bangun pagi itu Tuhan atau TV One? Hal pertama yang dilakukan Nuh adalah mendirikan mezbah, Nuh orang yang beriman, Ibrani 11 mengatakan, Nuh adalah orang yang beriman, dia taat meskipun tidak melihat sesuatu, disitulah kita melihat, iman menurut Ibrani 117 dalam cerita mengenai Nuh, iman selalu mengandung elemen tidak kelihatan. Kadang-kadang orang mengatakan, Tuhan perlihatkan baru saya percaya, itu bukan iman, iman itu harus ada hal yang tidak kelihatan. Tuhan buktikan, baru saya percaya, itu bukan iman, itu penelitian, iman itu memang justru tidak kelihatan, waktu tidak kelihatan itu, kita belajar untuk percaya, invisible hand of God, tangan Allah yang tidak kelihatan, disitu kita belajar percaya, itulah iman. Kalau kita lihat, orang zaman dulu itu imannya lebih besar daripda kita zaman sekarang ini, zaman dulu, kalau orang berangkat dari Surabaya ke Jakarta naik kereta, dia telepon ke rumah Jakarta, mama saya berangkat ya, hati-hati ya, ya sudah. Kalau sekarang ini ada HP, baru keluar rumah sudah ditelepon, sudah berangkat belum? Setiap lima menit telepon, sudah dimana? Telepon terus, akhirnya semakin kita ada HP, ada teknologi, malah semakin kuatir. Orang ke gereja saja susah mematikan HP, kita tidak lagi mendengar God’s calling, tapi phones calling, kita bergumul mendengarkan isi hati Tuhan, tiba-tiba bunyi sms, lalu dibuka, ternyata sms iklan, akhirnya khotbah hilang dan lewat, karena diganggu oleh sms. Yang terakhir kita melihat Nuh mengakhiri hidup dengan tidak enak, ini titik down dalam hidupnya, dia mabuk dan dia menjadi telanjang, tetapi seluruh cerita mengenai Nuh diakhiri dengan luar biasa. Ketika catatan alkitab mengakhiri seluruh cerita yang ada di Kejadian dan dicuplik dimana-mana, seluruh cerita itu berakhir dengan kesaksian Petrus, dalam 2 Petrus 2, Nuh adalah pemberita kebenaran itu, ditutup dengan pengakuan Tuhan melalui Petrus. Dalam 2 Petrus 2 Tuhan tidak mengingat lagi dosa daripada Nuh, itulah anugerah Tuhan. Ibrani 11 menuliskan, oleh Nuh dunia dihukum, Calvin juga berkata, ketaatan Nuh mengkonfirmasi bahwa dunia patut dihukum oleh Tuhan. Khotbah hari ini akan ditutup dengan kutipan dari John Piper, kadang-kadang orang kristen berpikir, setelah dia diselamatkan, dia berbuat baik, dia membalas anugerah Tuhan, John Piper mengatakan, usaha membalas anugerah Tuhan itu adalah menghina anugerah, karena anugerah tidak bisa dibalas. Lalu dia balik kalimat ini, dia katakan, ketika kita menjadi orang kristen, kita bisa berbuat baik, kita bukan membalas anugerah, tetapi kita berhutang lebih banyak anugerah lagi. Kalau begitu, hidup kristen dalam pandangan ini adalah hutang anugerah yang tidak habis-habisnya dan tidak pernah mungkin kita balas, yang kita lakukan itu membuktikan anugerah Tuhan berikan. Kalau seluruh catatan mengenai Nuh boleh diakhiri dengan begitu baik, itu membuktikan bahwa anugerah Tuhan tidak hanya berhenti di air bah, tetapi tetap sepanjang hidup, bahkan sejarah setelah hidup Nuh tetap ada anugerah Tuhan yang menyertai. Amin. Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah AS Mudah sekali bagi setiap orang yang sedang mengalami kesulitan hidup, dalam keadaan terjepit apalagi dalam keadaan tidak berdaya mempertanyakan kasih Tuhan dan mempertanyakan perlindungan Tuhan. Dalam keadaan seperti itu memang tampaknya Tuhan jauh, tidak terlihat secara kasat mata, sehingga kita pikir bahwa Ia tidak hadir dan kita merasa berjalan sendiri. Kita meragukan janji penyertaan Tuhan. Namun ketika semua peristiwa sulit berlalu dan Tuhan menyingkapkan kehadiran-Nya barulah kita sadar bahwa sesungguhnya karena Tuhan jugalah kita sanggup melewati badai kehidupan kita. Mari kita berjalan dalam kepastian iman menghadapi Tahun yang Baru, dengan terus berharap dan bergantung pada pertolongan dan kasih Tuhan. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” .Yesaya 464 A. HIDUP ADALAH SEBUAH PERJALANAN Setelah Musa meninggal, Tuhan memerintahkan Yosua memimpin umat Israel untuk memasuki dan merebut tanah Kanaan. Tentu saja bagi Yosua, menggantikan seorang yang pemimpin besar dan sangat berpengaruh menjadi sangat tidak mudah. Selain itu umat Israel juga bukanlah komunitas yang mudah untuk dipimpin. Musa sendiri tidak sanggup secara sepenuhnya memimpin dan mengarahkan perjalanan menuju Kanaan dengan lancar. Musa sendiri pada akhirnya tidak diijinkan Tuhan memasuki tanah Kanaan Ulangan 344 karena ketidak taaatan orang Israel kepada Allah. Padahal setiap hari dalam perjalanan menuju kanaan, di tengah gurun Tuhan selalu memberikan makanan dan minuman melalui keajaiban. Selain itu Tuhan juga memberikan tiang awan di siang hari untuk menuntun perjalanan mereka dan memberikan tiang api pada malam hari“TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam“Keluaran 1321. Dengan demikian perjalanan orang Israrel menuju tanah perjanjian sebetulnya tidak akan tersesat, walau pun akhirnya mereka dalam ketidak taatannya harus menempuh padang gurun selama 40 tahun,padahal mereka dapat menempuhnya dalam waktu yang jauh lebih singkat. Ketidaktaatan dapat berdampak pada penundaan atau bahkan pembatalan berkat yang sudah Tuhan sediakan. Jika hidup adalah sebuah perjalanan sangat memerlukan persiapan-persiapan, kalimat Tuhan kepada Yosua adalah “bersiaplah sekarang” berjalan ke negeri yang dijanjikan Tuhan. Ketahui terlebih dahulu kemana tujuannya? Brian Tracy menuliskan “Tidak penting Anda datang darimana, yang penting Anda mau pergi kemana?”Tujuan hidup kita secara umum adalah untuk memuliakan Allah melalui dan di dalam segala detail aspek hidup kita melalui perkataan, perbuatan, ide-ide dan buah pikiran kita. 1 kor 1031; Kol 323.Namun Tuhan sebetulnya menjanjikan Kanaan 2011 kepada setiap orang Kristen, tidak pernah Allah menjanjikan sesuatu yang buruk bagi siapa pun dan kapan pun. Bacaan Alkitab Yosua 11-9 B. JANJI PERLINDUNGAN TUHAN BERJALAN BERSAMA SIAPA? “Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Yosua 15 Kalimat dalam ayat di atas mirip dengan Ibrani 135 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Penekanan awal berbicara mengenai mencukupkan diri dalam hal uang, memberikan batasan yang jelas pada diri sendiri mengenai rasa cukup, tidak membiarkan hati menjelajah pada keinginan-keinginan yang berlebihan. 1 Timotius 69-10 memberi peringatan kepada semua orang Kristen “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Bukan berarti orang Kristen tidak memerlukan uang yang banyak atau tidak boleh kaya, setiap orang harus berusaha semaksimal mungkin dalam dalam mengerjakan tugas dan tanggug jawabnya, dan setiap orang menerima setimpal dengan segala usahanya. Asal saja jangan sampai orang Kristen membuat uang menjadi segala-galanya sehingga menjadi berhala yang menjauhkan dirinya dari Tuhan. Janji Tuhan jelas, setiap langkah dan setiap tempat yang akan dijalani akan selalu dalam penyertaan Tuhan dan akan selalu member hasil yang terbaik. Dalam segala keadaan Allah berjanji melindungi dan memelihara hidup orang Kristen, karena Ia tidak akan pernah meninggalkan kita dan tidak akan pernah membiarkan kita. C. JANJI PENEGUHAN TUHAN “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.” Kalimat ini diulang tiga kali secara progresif mulai dari ayat 6 kemudian pada ayat 7 “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh,” lalu padaayat 9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu kuatkan dan teguhkanlah hatimu?.” Bagi Yosua memang sangat tidak mudah untuk memimpin umat Israel yang telah dikenalnya dengan baik selama ia menjadi asisten Musa, jadi dia tahu betul tantangan dan kesulitannya. Sehingga faktor keteguhan hati menjadi sangat penting dalam mengahadapi tantangan dan kesulitan yang besar itu. Tidak seorang pun akan berhasil mencapai tujuan hidupnya dengan berhasil jika dengan keragu-raguan. Allah sediri tidak senang terhadap orang yang ragu-ragu dan Allah menghendaki, bahkan Allah menegaskannya sebagai sebuah perintah agar kita meneguhkan hati menjalani hidup ini. Hati yan tidak teguh, hati yang tawar, hati yang kecut adalah tanda tidak beriman kepada Allah, tanda tidak percaya pada Allah. Menguatkan hati tidak didasari oleh sekedar penguatan pada pikiran dan perasaan kita semata, Allah juga menegaskan bahwa perjalanan hidup orang Kristen harus berdasarkan ketetapan-ketetapan Allah dalam Firman-Nya “Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri supaya engkau beruntung kemana pun engkau pergi. Bekal Perjalanan Hidup adalah Firman Tuhan à makanan utama setiap hari sehingga jangan sampai lupa merenungkan Firman Tuhan setiap hari dan harus merenungkannya siang dan malam. Jadi jelas sekali janji keberhasilan hidup bagi semua orang Kristen adalah janji Allah sendiri dengan janji perlindungan dan janji peneguhan dari Allah. Illustrasi – Berjalan Bersama Tuhan Footprints Illustrasi – Berjalan Bersama Tuhan Footprints Semalam aku bermimpi sedang berjalan menyisir pantai bersama Tuhan, Di cakrawala terbentang adegan kehidupanku, Pada setiap adegan aku melihat dua pasang jejak kaki jejak kakiku dan yang sepasang lagi jejak kaki terakhir dari kehidupanku, terhampar di hadapankuAku menoleh kebelakang melihat jejak kaki memperhatikan bahwa berkali-kali sepanjang jalan hidupku ,Terutama pada saat saat paling gawat dan mencekam, hanya terdapat sepasang jejak kaki ini membuat aku benar benar sangat kecewa, maka aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan dimanakah Engkau ?Engkau mengatakan bila aku memutuskan untuk mengikuti Engkau,Engkau akan berjalan bersama aku sepanjang jalan aku memperhatikan bahwa pada saat saat paling gawat dan beban berat menimpa hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki aku tidak mengerti mengapa pada waktu aku sangat membutuhkan Engkau, justru Engkau meninggalkan aku.”Tuhan menjawab, “Anak-Ku, engkau sangat berharga di mata-Ku, Aku sangat mengasihi engkau dan Aku tidak akan meninggalkan waktu engkau dalam bahaya, dan dalam penderitaan, engkau tentu hanya melihat sepasang jejak kaki. Karena pada saat itu Aku sedang menggendong engkau.”Margaret Fishback Powers Unduh PDF Unduh PDF Berjalan bersama Tuhan artinya melangkah dalam iman dan persatuan dengan Tuhan selama hidup Anda. Kemudian, yang terpenting, Anda akan berjalan ke arah yang benar dengan selalu berfokus pada Tuhan dan mengikuti pimpinan-Nya. 1 Bayangkan Anda sedang berjalan bersama seseorang secara fisik. Agar dapat memahami apa arti berjalan bersama Tuhan secara spiritual, mulailah dengan membayangkan Anda sedang berjalan bersama seorang teman atau anggota keluarga Anda, lalu cobalah mengartikan kata-kata tadi secara harfiah. Bertanyalah kepada diri sendiri bagaimana Anda berinteraksi dengan orang yang menemani Anda, apa yang Anda harapkan dari orang ini, bagaimana Anda berbicara dan bersikap kepadanya? Pada saat berjalan bersama seseorang, Anda berdua akan menuju ke arah yang sama. Langkah Anda berdua sama cepat dan orang yang satu tidak akan meninggalkan yang lainnya. Anda akan saling berbicara dan tetap memperhatikan satu sama lain. Intinya, selalu ada keselarasan, kesatuan, dan kebersamaan di antara Anda berdua selama perjalanan.[1] 2 Carilah contoh tentang orang-orang yang sudah berjalan bersama Tuhan. Di dalam Kitab Suci, ada beberapa kisah tentang laki-laki dan perempuan yang hidup taat kepada Allah, tetapi agar dapat memahami apa artinya berjalan bersama Tuhan, carilah contoh-contoh yang secara spesifik menggunakan frasa “berjalan bersama Allah.” Henokh adalah seorang laki-laki yang pertama kali disebut di dalam Kitab Suci sebagai orang yang berjalan bersama Allah, dan oleh sebab itu, kisah tentang Henokh menjadi contoh yang paling umum digunakan untuk menjelaskan konsep ini. Dikutip dari Kitab Suci, "Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." Kejadian 522–24. Inti dari ayat di atas, Henokh selalu hidup dalam kebersamaan yang akrab dengan Tuhan, sedemikian akrabnya sampai Tuhan mengangkat Henokh ke surga pada hari terakhir hidupnya di dunia ini. Meskipun ayat ini tidak mengatakan bahwa setiap orang yang berjalan bersama Tuhan akan diangkat ke surga tanpa harus menghadapi kematian, ayat ini menegaskan bahwa hidup bersama Tuhan akan membuka jalan yang menuju ke sana.[2] Iklan 1 Abaikan hal-hal yang mengalihkan. Sebelum Anda dapat berfokus kepada Tuhan, Anda harus mampu mengabaikan semua hal-hal duniawi yang dapat mengalihkan Anda dari hubungan Anda dengan Tuhan. Pengalih ini tidak selalu “dosa,” tetapi pada dasarnya semua hal yang dengan sengaja atau di alam pikiran bawah sadar Anda prioritaskan di atas Tuhan. Bayangkan lagi tentang berjalan bersama teman. Jika teman Anda terus menerus sibuk dengan ponselnya dan tidak peduli pada Anda, perjalanan Anda akan sangat tidak menyenangkan, dan Anda tidak dapat benar-benar berjalan "bersama" dalam arti yang sesungguhnya. Begitu juga dengan pengalih yang menjadi fokus Anda sehingga Anda tidak mampu berfokus kepada Tuhan akan membuat Anda tidak bisa mengalami perjalanan bersama Tuhan yang sesungguhnya. Dosa-dosa yang Anda biarkan melekat akan menjadi pengalih yang mudah terlihat, tetapi bukan hanya ini yang harus Anda perhatikan. Hal-hal yang bahkan dianggap bermanfaat juga dapat menjadi pengalih yang merugikan jika Anda tidak waspada. Contohnya, bekerja keras dan menghasilkan uang untuk mendukung keluarga Anda adalah hal yang baik. Akan tetapi jika Anda menjadi terobsesi oleh pekerjaan dan uang sehingga Anda mengabaikan keluarga dan hubungan Anda dengan Tuhan, hal ini sudah Anda biarkan menjadi pengalih. 2 Bacalah Kitab Suci.[3] Pandangan Kristiani meyakini bahwa Kitab Suci adalah Sabda Allah. Kitab Suci mungkin tidak memberikan petunjuk yang spesifik tentang arah kehidupan yang Anda pilih, tetapi Kitab Suci memperlihatkan gambaran yang baik tentang apa yang Tuhan inginkan bagi dan dari kehidupan manusia. Karena Tuhan tidak pernah meminta seseorang untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Kitab Suci, Anda bisa mendapatkan bimbingan agar tidak salah melangkah dengan berusaha mengerti semua yang diajarkan di dalam Kitab Suci. 3 Berdoalah. Doa akan membuat orang beriman tetap terhubung erat secara pribadi dengan Tuhan. Doa ucapan syukur, pujian, dan doa permohonan semuanya baik. Hal yang terpenting untuk didoakan adalah apa yang ada di dalam hati Anda sendiri. Pikirkan lagi cara Anda bersikap pada saat berjalan dengan seorang teman. Mungkin kadang-kadang Anda berjalan sambil berdiam diri, tetapi biasanya Anda berdua akan berbicara, tertawa, dan menangis bersama. Doa adalah cara orang beriman berbicara, tertawa, dan menangis bersama Tuhan. 4 Lakukan meditasi. Meditasi dapat menjadi konsep yang sulit dipahami, tetapi pada dasarnya, meditasi berarti merasakan kehadiran Tuhan dan merenungkan ciptaan Tuhan. Meditasi di era modern ini biasanya dilakukan dengan melatih pernapasan, mengucapkan mantra, dan latihan lain yang ditujukan untuk menenangkan pikiran. Meskipun latihan-latihan ini tidak mempunyai makna yang sama dengan meditasi spiritual, banyak orang beriman yang mampu melihat bahwa latihan dalam meditasi ini dapat menenangkan pikiran dari pengalih, sehingga mereka lebih mampu memfokuskan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Namun, jika latihan-latihan standar dalam meditasi tidak sesuai untuk Anda, lakukan apa saja yang Anda mampu untuk membebaskan diri dari pengalih yang bisa muncul dalam kehidupan sehari-hari dan sediakan waktu khusus untuk merenungkan Tuhan. Dengarkan musik, berjalan kaki di taman yang dekat dengan rumah Anda, dan sebagainya. 5 Perhatikan petunjuk dari Tuhan. Meskipun adakalanya Tuhan terasa jauh atau diam saja, ada saat-saat tertentu Tuhan mungkin akan menginterupsi hal-hal yang sudah rutin dilakukan dengan cara yang cukup signifikan untuk mengubah jalan hidup seseorang. Tanda-tanda adanya petunjuk ini kadang cukup jelas. Jadi, tetaplah membuka mata dan hati agar Anda dapat membedakannya. Renungkan kisah Ishak dan Ribka. Pelayan Abraham pergi untuk mencari calon mempelai wanita di antara keluarga Abraham di tanah kelahirannya. Allah membimbing pelayan ini ke sumur, dan pada saat ia sedang berdoa agar bisa menemukan seorang gadis yang tepat, Ribka datang dan menawarkan minum kepadanya dan untuk unta-untanya, yang menjadi pertanda bahwa ia adalah gadis yang terpilih. Pertemuan ini terlalu penting untuk dianggap sebagai sebuah kebetulan. Alih-alih, petunjuk membawa Ribka datang ke sumur pada waktu yang tepat dan membimbingnya untuk melakukan tindakan yang paling tepat. Kejadian 2415-20 Iklan 1 Analisis setiap langkah Anda. Renungkan cara Anda menjalani hidup Anda saat ini. Bertanyalah kepada diri sendiri aspek apa saja dari kehidupan Anda yang sesuai dengan keinginan Tuhan dan aspek mana yang menjauh dari jalan Tuhan. Sempatkan diri untuk duduk dan melakukan refleksi atas perjalanan Anda sejauh ini. Ingat lagi saat Anda mengalami hidup “dalam keselarasan” dengan Tuhan. Keseharian Anda pada waktu itu terasa seperti saat-saat Anda sedang berjalan bersama Tuhan. Lalu coba ingat-ingat lagi saat Anda merasa tersesat, kehilangan arah, atau jauh dari Tuhan. Bertanyalah kepada diri sendiri apakah Anda sudah melakukan hal-hal yang menjauhkan Anda dari Tuhan, bahkan jika hanya karena Anda tidak menyediakan waktu untuk berdoa, ke gereja, atau bermeditasi. Hari-hari itu mungkin menjadi saat-saat Anda berhenti berjalan atau mengambil arah yang salah dalam perjalanan Anda. Carilah contoh perilaku yang pernah Anda lakukan pada saat Anda berjalan bersama Tuhan di waktu yang lalu, dan berusahalah sekuat tenaga untuk menghindari perilaku yang pernah membuat Anda tersesat. 2 Patuhilah perintah Tuhan. Berusahalah untuk menjaga setiap langkah Anda agar bisa tetap berjalan bersama Tuhan. Untuk menjaga langkah Anda di dalam Tuhan, Anda harus bertindak seturut kehendak Tuhan dan mematuhi perintah yang Tuhan berikan bagi seluruh umat manusia. Sebagian dari proses ini adalah mematuhi apa yang Tuhan perintahkan tentang perilaku moral. Meskipun ada orang yang menganggap perintah ini bersifat membatasi, bagaimanapun juga, perintah ini akan menjaga kehidupan manusia tetap aman dan terhubung secara spiritual dengan Tuhan. Aspek penting lainnya dalam mematuhi perintah Tuhan adalah dalam hal mengasihi, mengasihi Tuhan, mengasihi orang lain, dan bahkan mengasihi diri sendiri. Bentuklah hidup Anda seperti yang Tuhan tunjukkan dan tetaplah memperlihatkan kasih bagi kehidupan manusia. 3 Carilah bimbingan dari Roh Kudus. Meskipun beberapa cara dapat dipelajari dari Kitab Suci dan tradisi gereja, cara lain untuk berjalan bersama Tuhan sifatnya lebih pribadi. Agar dapat mengetahui cara-cara ini, berdoalah agar Anda mengerti apa saja langkah-langkahnya. Anak-anak sangat mengandalkan pengasuh mereka untuk menuntun mereka agar dapat berjalan dengan aman dan benar. Mungkin mereka merasa sudah tahu segala-galanya, tetapi akan tiba saatnya mereka menyadari bahwa mereka harus mendengarkan bimbingan yang diberikan oleh orang tua mereka, kakek nenek mereka, dan orang-orang yang lain, alih-alih tetap bersikap keras kepala yang akan membawa mereka pada masalah atau bahaya. Sama halnya, orang yang percaya pada akhirnya harus mengandalkan Roh Kudus yang akan membimbing mereka agar dapat menempuh perjalanan spiritual yang positif. 4 Bersabarlah. Jawaban atas doa Anda atau solusi atas keadaan yang sulit mungkin tidak datang dengan segera seperti yang Anda inginkan. Namun agar tetap dapat berjalan bersama Tuhan, ada saatnya Anda harus memperlambat kecepatan langkah Anda dan berjalan sesuai irama langkah Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan akan membimbing Anda ke tempat yang seharusnya Anda berada, pada waktu yang seharusnya Anda sampai. Anda mungkin ingin segera tiba di sana, tetapi jika Anda ingin berjalan bersama Tuhan, Anda harus percaya bahwa Tuhan sudah menentukan waktu yang lebih tepat daripada yang Anda inginkan, jika keduanya tidak sama.[4] 5 Berjalanlah dengan orang lain di jalan yang sama. Meskipun Anda pasti mempunyai orang yang Anda kasihi dengan iman yang berbeda, Anda harus bersahabat dengan siapa saja yang mengabdi Tuhan seperti Anda. Orang-orang ini dapat mendukung Anda dalam kehidupan sehari-hari, dan Anda juga dapat mendukung mereka. Orang-orang beriman yang lain juga dapat menjaga agar Anda tetap memenuhi tanggung jawab sesuai komitmen Anda untuk berjalan bersama Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan sering menggunakan orang lain di dalam hidup Anda untuk membimbing langkah Anda. 6Teruslah berjalan. Terlepas dari berapa kali Anda tersandung dan jatuh, Anda harus membersihkan diri dari debu yang melekat dan melanjutkan perjalanan lagi. Tuhan tidak akan meninggalkan Anda, bahkan jika sewaktu-waktu Anda kehilangan penglihatan untuk memilih jalan yang seharusnya Anda tempuh. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Minggu, 05 Januari 2020 Edit Hidup adalah sebuah perjalanan karena itu tempuhlah sampai finish. Perjalanan di tahun 2020 baru dimulai beberapa hari. Hari ini kita telah sampai di anak tangga ke 5 dari 365 anak tangga yang akan kita lewati. Dan kita baru berada di Minggu pertama dari 52 minggu yang akan kita jalani. Masih banyak langkah yang mesti kita tapaki. Masih panjang perjalanan di tahun ini. Sebuah perjalanan yang panjang membutuhkan keteguhan agar menjadi perjalanan yang bermakna dan memberi arti. Bukan sekedar perjalanan untuk melalui waktu demi waktu. Bukan sebuah perjalanan yang melelahkan dan menguras energi. Bukan juga perjalanan yang membosankan. Tapi sebuah perjalanan bersama Tuhan yang luar biasa. Berjalan bersama Tuhan adalah sebuah keputusan. Seperti halnya Israel dibawah kepemimpinan Musa mengikuti Tuhan, sebagai penuntun, dan pemelihara hidup mereka. Allah juga telah memilih dan mengkhususkan Israel sebagai sebuah bangsa pilihan Allah. Allah telah mengikat janji dengan nenek moyang mereka Yakni Abraham, Ishak dan Yakub. Supaya perjalanan bersama ini berlangsung dengan baik maka Tuhan yang memelihara itu memberikan sepuluh perintahNya untuk diikuti oleh bangsa pilihan Allah sebagai konsekwensi dari pilihan untuk berjalan bersama Tuhan. Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Kemahabesaran Allah ini dinyatakan di hadapan Israel melalui guruh yang mengguntur, kilat sambung menyabung, dan gunung berasap. Israel tidak sanggup melihat dengan mata kepala sendiri apa yang sedang terjadi. Pemandangan dan suara yang terdapat di Sinai menyebabkan orang Israel ketakutan dan mundur ke bagian lain dari lembah itu. Musa menyuruh mereka berhenti merasa takut seperti pengecut. Allah tidak menakut nakuti bangsa itu. Tetapi Allah menunjukkan kuasaNya yang dasyat supaya orang-orang Israel akan mengetahui bahwa Dialah Allah yang sejati dan dengan demikian Israel akan menaati Allah. Berbeda dengan Israel yang takut dan gentar, Musa mendekat embun yang kelam di mana Allah ada. Musa dipakai Allah untuk menyampaikan firman Allah kepada umat Israel. Musa tahan masuk ke dalam kekelaman Allah. Allah yang memanggilnya yang membuatnya tahan. Ketika Allah berkenan atas kehidupan kita maka Ia mengaruniakan keteguhan untuk hidup dalam Allah dan bertahan dalam perjalanan. Allah adalah Allah dalam kemahabesaranNya. Karena itu, marilah kita menyembah dan mensyukuri hidup yang dianugerahkanNya. Allah menyatakan kedahsyatan dan kemahakuasaanNya agar umat ciptaanNya mengenal Allah dan taat kepadaNya. Marilah kita bersandar sepenuhnya pada Allah dalam perjalanan hidup di tahun 2020. Mari kita terus menerus menghayati dan memaknai setiap peristiwa, yang terjadi dalam hidup kita, sehingga semakin mengenalNya, semakin dekat denganNya serta semakin mengerti dan mau melakukan kehendak-Nya. Jangan menyerah di tengah perjalanan. Meski ujung jalan masih tersembunyi, entah hampir sampai atau masih jauh tapi kita percaya, Allah yang dahsyat membimbing langkah kita. Tempuhlah perjalanan ini bersama Tuhan. Jalanilah hari demi hari sesuai maksud Tuhan. Jangan takut dan ragu, beriman tetap teguh. Selamat hari minggu. Tuhan memberkati. Amin Mudah sekali bagi setiap orang yang sedang mengalami kesulitan hidup, dalam keadaan terjepit apalagi dalam keadaan tidak berdaya mempertanyakan kasih Tuhan dan mempertanyakan perlindungan Tuhan. Dalam keadaan seperti itu memang tampaknya Tuhan jauh, tidak terlihat secara kasat mata, sehingga kita pikir bahwa Ia tidak hadir dan kita merasa berjalan sendiri. Kita meragukan janji penyertaan Tuhan. Namun ketika semua peristiwa sulit berlalu dan Tuhan menyingkapkan kehadiran-Nya barulah kita sadar bahwa sesungguhnya karena Tuhan jugalah kita sanggup melewati badai kehidupan kita. Mari kita berjalan dalam kepastian iman menghadapi Tahun yang Baru, dengan terus berharap dan bergantung pada pertolongan dan kasih Tuhan. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” . Yesaya 464 A. HIDUP ADALAH SEBUAH PERJALANAN Setelah Musa meninggal, Tuhan memerintahkan Yosua memimpin umat Israel untuk memasuki dan merebut tanah Kanaan. Tentu saja bagi Yosua, menggantikan seorang yang pemimpin besar dan sangat berpengaruh menjadi sangat tidak mudah. Selain itu umat Israel juga bukanlah komunitas yang mudah untuk dipimpin. Musa sendiri tidak sanggup secara sepenuhnya memimpin dan mengarahkan perjalanan menuju Kanaan dengan lancar. Musa sendiri pada akhirnya tidak diijinkan Tuhan memasuki tanah Kanaan Ulangan 344 karena ketidak taaatan orang Israel kepada Allah. Padahal setiap hari dalam perjalanan menuju kanaan, di tengah gurun Tuhan selalu memberikan makanan dan minuman melalui keajaiban. Selain itu Tuhan juga memberikan tiang awan di siang hari untuk menuntun perjalanan mereka dan memberikan tiang api pada malam hari“TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam“Keluaran 1321. Dengan demikian perjalanan orang Israrel menuju tanah perjanjian sebetulnya tidak akan tersesat, walau pun akhirnya mereka dalam ketidak taatannya harus menempuh padang gurun selama 40 tahun,padahal mereka dapat menempuhnya dalam waktu yang jauh lebih singkat. Ketidaktaatan dapat berdampak pada penundaan atau bahkan pembatalan berkat yang sudah Tuhan sediakan. Jika hidup adalah sebuah perjalanan sangat memerlukan persiapan-persiapan, kalimat Tuhan kepada Yosua adalah “bersiaplah sekarang” berjalan ke negeri yang dijanjikan Tuhan. Ketahui terlebih dahulu kemana tujuannya? Brian Tracy menuliskan “Tidak penting Anda datang darimana, yang penting Anda mau pergi kemana?” Tujuan hidup kita secara umum adalah untuk memuliakan Allah melalui dan di dalam segala detail aspek hidup kita melalui perkataan, perbuatan, ide-ide dan buah pikiran kita. 1 kor 1031; Kol 323. Namun Tuhan sebetulnya menjanjikan Kanaan 2011 kepada setiap orang Kristen, tidak pernah Allah menjanjikan sesuatu yang buruk bagi siapa pun dan kapan pun. Bacaan Alkitab Yosua 11-9 B. JANJI PERLINDUNGAN TUHAN BERJALAN BERSAMA SIAPA? “Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Yosua 15 Kalimat dalam ayat di atas mirip dengan Ibrani 135 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Penekanan awal berbicara mengenai mencukupkan diri dalam hal uang, memberikan batasan yang jelas pada diri sendiri mengenai rasa cukup, tidak membiarkan hati menjelajah pada keinginan-keinginan yang berlebihan. 1 Timotius 69-10 memberi peringatan kepada semua orang Kristen “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Bukan berarti orang Kristen tidak memerlukan uang yang banyak atau tidak boleh kaya, setiap orang harus berusaha semaksimal mungkin dalam dalam mengerjakan tugas dan tanggug jawabnya, dan setiap orang menerima setimpal dengan segala usahanya. Asal saja jangan sampai orang Kristen membuat uang menjadi segala-galanya sehingga menjadi berhala yang menjauhkan dirinya dari Tuhan. Janji Tuhan jelas, setiap langkah dan setiap tempat yang akan dijalani akan selalu dalam penyertaan Tuhan dan akan selalu member hasil yang terbaik. Dalam segala keadaan Allah berjanji melindungi dan memelihara hidup orang Kristen, karena Ia tidak akan pernah meninggalkan kita dan tidak akan pernah membiarkan kita. C. JANJI PENEGUHAN TUHAN “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.” Kalimat ini diulang tiga kali secara progresif mulai dari ayat 6 kemudian pada ayat 7 “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh,” lalu padaayat 9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu kuatkan dan teguhkanlah hatimu?.” Bagi Yosua memang sangat tidak mudah untuk memimpin umat Israel yang telah dikenalnya dengan baik selama ia menjadi asisten Musa, jadi dia tahu betul tantangan dan kesulitannya. Sehingga faktor keteguhan hati menjadi sangat penting dalam mengahadapi tantangan dan kesulitan yang besar itu. Tidak seorang pun akan berhasil mencapai tujuan hidupnya dengan berhasil jika dengan keragu-raguan. Allah sediri tidak senang terhadap orang yang ragu-ragu dan Allah menghendaki, bahkan Allah menegaskannya sebagai sebuah perintah agar kita meneguhkan hati menjalani hidup ini. Hati yan tidak teguh, hati yang tawar, hati yang kecut adalah tanda tidak beriman kepada Allah, tanda tidak percaya pada Allah. Menguatkan hati tidak didasari oleh sekedar penguatan pada pikiran dan perasaan kita semata, Allah juga menegaskan bahwa perjalanan hidup orang Kristen harus berdasarkan ketetapan-ketetapan Allah dalam Firman-Nya “Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri supaya engkau beruntung kemana pun engkau pergi. Bekal Perjalanan Hidup adalah Firman Tuhan à makanan utama setiap hari sehingga jangan sampai lupa merenungkan Firman Tuhan setiap hari dan harus merenungkannya siang dan malam. Jadi jelas sekali janji keberhasilan hidup bagi semua orang Kristen adalah janji Allah sendiri dengan janji perlindungan dan janji peneguhan dari Allah. Illustrasi – Berjalan Bersama Tuhan Footprints Semalam aku bermimpi sedang berjalan menyisir pantai bersama Tuhan, Di cakrawala terbentang adegan kehidupanku, Pada setiap adegan aku melihat dua pasang jejak kaki dipasir. Sepasang jejak kakiku dan yang sepasang lagi jejak kaki Tuhan. Bagian terakhir dari kehidupanku, terhampar di hadapanku Aku menoleh kebelakang melihat jejak kaki dipasir. Aku memperhatikan bahwa berkali-kali sepanjang jalan hidupku , Terutama pada saat saat paling gawat dan mencekam, hanya terdapat sepasang jejak kaki saja. Hal ini membuat aku benar benar sangat kecewa, maka aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan dimanakah Engkau ? Engkau mengatakan bila aku memutuskan untuk mengikuti Engkau, Engkau akan berjalan bersama aku sepanjang jalan hidupku. Namun aku memperhatikan bahwa pada saat saat paling gawat dan beban berat menimpa hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki saja. Dan aku tidak mengerti mengapa pada waktu aku sangat membutuhkan Engkau, justru Engkau meninggalkan aku.” Tuhan menjawab, “Anak-Ku, engkau sangat berharga di mata-Ku, Aku sangat mengasihi engkau dan Aku tidak akan meninggalkan waktu engkau dalam bahaya, dan dalam penderitaan, engkau tentu hanya melihat sepasang jejak kaki. Karena pada saat itu Aku sedang menggendong engkau.”

ilustrasi berjalan bersama tuhan